
Invalid Date
Dilihat 292 kali

Talengen, 10 Juni 2026 – Kampung Talengen, Kecamatan Tabukan Tengah, Kabupaten Kepulauan Sangihe, menerima kunjungan Tim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Pusat yang didampingi oleh Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, S.Tr., M.Si., dalam rangka melakukan verifikasi lapangan terhadap data tsunami pasca gempa tektonik yang terjadi di Filipina pada tanggal 8 Juni 2026.

Kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemantauan BMKG terhadap gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang berpusat di wilayah Mindanao, Filipina, dan sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah Indonesia, termasuk Sulawesi Utara. Berdasarkan data yang terekam oleh alat pemantau pasang surut laut (tide gauge) yang terpasang di Kampung Talengen, terdeteksi kenaikan muka air laut sekitar 0,65558 meter atau mendekati 0,7 meter.
Untuk memastikan akurasi data yang direkam oleh instrumen tersebut, tim dari BMKG Pusat yang berasal dari Kedeputian Geofisika melakukan observasi langsung di lapangan melalui pengukuran manual menggunakan rambu ukur (staff gauge) pada sejumlah titik pengamatan.

Verifikasi dilakukan mulai dari area sekitar lokasi pemasangan tide gauge, sepanjang dermaga Kampung Talengen, hingga kawasan perairan payau yang berada di sekitar pertemuan aliran sungai dan laut. Pengamatan dilakukan untuk membandingkan hasil pencatatan instrumen dengan kondisi aktual di lapangan sekaligus mengevaluasi karakteristik pergerakan muka air laut di lokasi tersebut.



Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kampung Talengen turut memberikan dukungan penuh. Kapitalaung Kampung Talengen, Yusak Makasaehe, menyambut baik kunjungan tim BMKG sebagai bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana pesisir. Pendampingan lapangan dilakukan oleh Kepala Seksi Pemerintahan Kampung Talengen, Aksel Laurens, bersama Operator Sistem Informasi Desa (SID) Talengen, Deddi Makasaehe, yang membantu proses koordinasi dan pengumpulan informasi di lapangan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Naha, Astrid Yesica Lasut, menjelaskan bahwa meskipun tinggi gelombang tsunami yang terukur di Talengen relatif kecil dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan, kejadian tersebut tetap menjadi perhatian serius BMKG. Hal ini disebabkan oleh besarnya magnitudo gempa bumi yang menjadi pemicu tsunami, sehingga perlu dilakukan evaluasi dan verifikasi menyeluruh terhadap seluruh data pengamatan yang diperoleh dari berbagai stasiun pemantauan di Indonesia.
Menurutnya, verifikasi lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan kualitas data yang digunakan dalam sistem pemantauan dan peringatan dini tsunami nasional. Hasil pengamatan manual akan menjadi bahan pembanding terhadap data yang direkam secara otomatis oleh instrumen tide gauge sehingga tingkat akurasi dan keandalannya dapat terus ditingkatkan.
Selain melakukan verifikasi data, tim BMKG juga menerima berbagai masukan dari masyarakat terkait keberadaan alat tide gauge yang terpasang di Kampung Talengen. Sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa alat tersebut berfungsi sebagai alarm atau sirene yang akan berbunyi ketika terjadi kenaikan muka air laut maupun ancaman tsunami.
Padahal, tide gauge merupakan instrumen pemantauan yang berfungsi mengukur dan merekam perubahan tinggi muka air laut secara kontinu. Data yang dihasilkan kemudian dikirim ke pusat pengolahan data BMKG untuk dianalisis dan digunakan sebagai salah satu dasar dalam sistem pemantauan tsunami nasional.
Masukan tersebut menjadi perhatian bagi BMKG untuk meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat mengenai fungsi dan manfaat alat tide gauge. Pemahaman yang baik diharapkan dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga fasilitas pemantauan sekaligus memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana di wilayah pesisir.
Keberadaan stasiun pemantauan pasang surut laut di Kampung Talengen dinilai memiliki peran strategis karena Kabupaten Kepulauan Sangihe berada di kawasan perbatasan Indonesia-Filipina yang termasuk wilayah aktif secara tektonik. Data yang diperoleh dari lokasi ini tidak hanya penting bagi masyarakat Sangihe, tetapi juga menjadi bagian dari jaringan pemantauan nasional yang mendukung mitigasi bencana tsunami di Indonesia.


Melalui kegiatan verifikasi lapangan ini, BMKG berharap kualitas data pengamatan dapat terus ditingkatkan sehingga informasi yang disampaikan kepada masyarakat semakin akurat, cepat, dan dapat diandalkan dalam mendukung keselamatan masyarakat pesisir di masa mendatang.
PENULIS : OPERATOR SISTEM INFORMASI DESA (SID)
Bagikan:

Kampung Talengen
Kecamatan Tabukan Tengah
Kabupaten Kepulauan Sangihe
Provinsi Sulawesi Utara
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini